Monday, February 7, 2011

-ODA SEPARA DEHWA-

-ODA SEPARA DEHWA-

Aku telah menjadi segala makhluk di dunia ini untuk berkhidmat memastikan kamu makan, minum, tidur, bangun, kencing berak mu dicuci, punya api memasak, punya air membasuh
Aku adalah udara yang kau nikmati dua bahagia tika aku masuk ke peparumu; nikmat sedut nikmat hembus
Di mana api kau nyalakan baranya rokokmu, aku terangi tika kau gelisah, takut momok gelap gulita aspal hitam, tika kau merencana ucapan-ucapan aku menerangi gubok kosong tanpa makanan-telur rebus semalam-separuh-santapan malam hari cari kudrat esok untuk separuh telur lagi-rakyat tanpa prasarana, bekerja untuk sepotong impian: prasarana dan makanan

Akulah rintis hujan tanah basah nikmat bagi petani, ya! Aku yang mengotorkan kereta mewah, kasut, rambut dandanan salon kau maki sumpah kotor, hina, keji lopak-lopak aspal – sebelum pilihan raya kau janji lopak tiada dan kini lopak semakin menasik! – jagung menguning, nasi gebu dan wangi, cili merah dan pisang yang manis, ayam goreng, semua ditani atas mejamu
Jamah!
Ya, jamahlah sementara aku sang badai berhimpun menenggelamimu!

Jika aku bekerja cukup keras, demi pinggan emas untuk raja dan tabungan para menteri pasti aku akhirnya diangkat menjadi dehwa
Dan kelak pabila aku menjadi dehwa pasti aku kutip setiap menteri dan raja berhiraki mulia lalu aku humban mereka ke dalam neraka!

-catatan Johnny Boy-
-2322 Sept, 07, 2010, wilayah separa sedar-

Monday, January 31, 2011

-TABU HAPAT-

-TABU HAPAT-

Bandar ini memerlukan kutu embun
Juga

Aku Kamu Mereka Wang Dadah Pengemis Pantat Alkohol Musik Pergaduhan Perempuan-perempuan Laki-laki Bong ‘Pertunjukan harimau’ CK Aspal Kontol Biara Ceti Toksik Buku Warna-warna Seks Air mata Lampu neon Pelacur Kuburan Jamban Binggar Cinta dan Kecewa

Agar malam-malam di sini lebih indah berwarna
Hanya ada benci dan suka
Tiada sempurna atau kurang sempurna

-catatan John si ‘orang gila’-
-1444 Ahi Okt 11, 2009, wilayah separa sedar-

Wednesday, January 26, 2011

-LUPAKU JANGAN, KOMRAD!-

-LUPAKU JANGAN, KOMRAD!-

Saudaraku; kesengsaraan kemiskinan sekian lama menjadi nafas tamadun
Menyelimut tika malam sejuk dan menjadi teduhan di siang hari
Mata kemanusiaan bertimbal dinar uang
Kita sedar dan hilang kawalan

Ingatlah saudara
Ya saudara, kesengsaraan kemiskinan adalah seiringan
Kau merasa dan aku juga
Jadi ingatlah saudara; tika kau jauh nun di hadapan
Mereka yang pincang korban nafas kesengsaraan
Jadi ingatlah luka-luka yang masih berdarah
Tika kau ubati lukamu disana
Atau yang mencari teduhan
Tika kau bertuah dicumbui
Juga yang dipekup tika menjeritkan reformasi
Tika kau bebas berpidato di pentas ulung

Dan sentiasa bersatu
Agar kiri dan kanan sama
Bila seiringan tangan dikepalkan
Kesengsaraan menjadi semangat kebahagiaan
Kita adalah tangan dan kaki yang sama
Walau cuma sebelah mata mengesan bahagia
Yang lain pasti turut gembira
Ingatlah ini semua saudara; tika kau di belakang maupun di hadapan
Aku, kau, mereka - kita adalah seiringan!

-catatan Johnny Boy-
-0936 Mei, 27, 2010, wilayah separa sedar-

Thursday, January 20, 2011

PUISI BUKAN LOGARITMA

-PUISI BUKAN LOGARITMA-

Selak
Belek
Tenung
Tidak dibaca
Tidak faham
Garu kepala
Cari kalkulator

Kau geleng kepala
Kertas kau ramas resah
Buku kau selak cemas
Apa kau cari hingga jiwa mu babas?
Lemas?

Sifir empat angka
Tolok sudut tolok jangka
Sampua kalkulator
Sepanjang tidak jalan kira kira
Tapi kau masih meraba

Telah aku katakan: puisi bukan ekuesyen
Tiada nomor nomor di sini
Tiada tambah, tiada tolak darab jauh sekali bahagi
Dan maaf buat kau kecewa; di sini tiada jawapan yang pasti
Hanya longgok perkataan yang menambah kekecewaan

-catatan Johhny Boy-
-1219 Jan 21, 2011, wilayah separa sedar-

Wednesday, December 29, 2010

-ESKAPIS MIMPI-


-ESKAPIS MIMPI-

Aku relakan diri ditiup terbang
Angin kipas industri
Asalkan hati terlibur
Di ruang lingkup perjuangan satu revolusi
‘Redemption song’ yang dialun busker
Seiringan mimpi
Aku rela

Aku rela ditiup pergi


-catatan Johnny Boy-
-0428 Ogos 09, 2009, wilayah separa sedar-

Monday, December 20, 2010

-GENERASI KU-


-GENERASI KU-

Generasi ku adalah belon belon berisi hellium
Dengan warna warna takjub karnival

Generasi ku adalah belon belon berisi hellium
Mendongak ke bulan, bermimpi kebebasan
Menggedik dicuit angin
Dengan dubur tertambat benang
Dan yang memberati buntutnya dari bebas adalah sepotong batang ubi dan seurat rapuhan benang!

Generasi ku adalah belon belon berisi hellium
Dengan warna warna takjub karnival

Generasi ku adalah belon belon yang bongkak sematamata keringanan helliumnya
Generasi ku adalah belon belon yang bongkak sematamata warna takjub karnivalnya
Merengek rengek untuk bebas merdeka tanpa berbuat apa apa

Generasi ku adalah belon belon hellium berwarna karnival dan tertambat juburnya ditangan menteri menteri badut negara

Generasi ku adalah belon belon hellium merontaronta tak mampu terbang merawang
Jubur ditambat benang berpaut pada menteri badut

Generasi ku adalah belon belon hellium berwarna takjub karnival yang tak mampu terbang tinggi dan akhirnya meletop ditangan si menteri badut
Tanpa terbang
Tanpa merawang
Tanpa mengenal bebas merdeka

Generasi ku adalah belon belon yang menafikan keringanan hellium dan ketakjuban warna warna karnival

Generasi ku bukanlah Zeppelin
Generasi ku hanyalah belon belon hellium berwarna takjub karnival yang dijual murah di pasarpasar malam!
Generasi ku masih belum merdeka...

-catatan John si ‘orang gila’-
-2008 Seli Jun 14, 2010, wilayah bebas merdeka-

Sunday, December 19, 2010

-DERAIAN WARNA-

-DERAIAN WARNA-

Warnaku adalah kacakaca yang berderai
Bertelingkah untuk esok yang mendatang
Terang benderang
Walau jalannya halus menuju kemunafikan diri
Disusuri hingga ke punca dentingan
Notanota sumbang
Dari biara yang menunjuki si pengembara
Ke haluan yang jauh tersasar dari peradaban
Untuk disimpannya. Hati dipendam di celah karang
Kini menjadi harta nadir buruan orang
Yang tetap kekal sebagai idaman.
Tak 'kan ditemui, tak 'kan dirosakkan lagi
Di wilayah serba abadi
Lalu, bagaimana bisa semuanya kembali asal
Kalau naskahnya saja terlalu tebal sejarah yang telah ditulis
Pasti tak 'kan bisa dipadam begitu saja
Kecuali dirosakkan dengan tinta khianat
Begitulah jua kiranya warnaku yang telah berderai...

-catatan Johnny Boy-
-Black November, forever shall it be-